Ceritaku

Rabu, 26 September 2018

Lowongan kerja tanpa modal
September 26, 20180 Comments
*Bisnis Masa Depan Penghasilan Tanpa Batas.*

Mumpung masih gratis Nih Pendaftaranya PT.BIT Siap Membayar Anda Untuk Bergabung Dengan Anda.

Dapatkan INCOME 25 K-JUTA-AN_Rupiah Perbulannya.

Ketik “DAFTAR” Di Kolom komentar atau menghubungi langsung via WhatsApp πŸ‘‡πŸ‘‡
bit.ly/2Q71kQ8

Bisa DAFTAR Langsung di sini πŸ‘‡
http://www.braderhud.com/register/ref/085271055004


Reading Time:

Senin, 03 September 2018

Sering berpura-pura bahagia Tetapi rasanya hampa
September 03, 20180 Comments
***

Aku selalu belajar dari setiap kejadian yang hadir dalam hidupku. Dalam setiap langkahku maju ke depan, selalu terselip pelajaran penuh makna dari kejadian masa laluku. Satu langkah aku belajar dari rasa sakit pengkhianatan, satu langkah aku teringat pedihnya ditinggalkan orang yang kita sayang. Langkah demi langkah aku ayun dengan penuh rasa mantap dan percaya diri. Aku sekarang di sini telah melalui banyak cobaan dan perjalanan dari rasa sakit dan ujian kesabaran, serta keikhlasan dalam menerima setiap rasa sakit dan kepedihan dari kehilangan rasa kebahagiaan.

Bila menengok ke belakang yang ada adalah ingatan akan kepedihan. Terkadang hatiku pun sedikit menjadi keras dan kepalaku sedikit membantu. Orang mengatakan aku angkuh, sombong. Padahal semua kulakukan hanya untuk menjaga diri dan hatiku agar tak lagi tersakiti. Aku sendiri bergulat dengan kehidupan demi mendapat kebahagiaan, dan menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Jika bukan aku lantas siapa lagi yang akan menjaga hatiku? Siapa lagi yang peduli dengan kebahagiaanku?

Dengan semua rasa sakit yang aku peroleh sepanjang perjalanan hidupku, aku menjadi wanita yang kuat, angkuh dan keras. Sifat ini terus aku pertahankan untuk menjaga kebahagiaan hidupku. Namun, dari tahun ke tahun yang aku peroleh hanyalah kehampaan dan rasa sakit, karena aku seperti membohongi diriku sendiri. Aku seperti bersandiwara dengan hidupku sendiri.

Ya, aku memang dapat bertahan dalam kerasnya hidupku. Ya, aku memang dapat tetap hidup dan tertawa, tapi tanpa aku sadari aku terus menumpuk rasa sakit. Rasa sakit dari kekecewaan dan kehampaan yang aku sembunyikan lewat rasa benci, dendam yang aku balut dengan senyum dan tawa kepalsuan. Apa aku bahagia? Tidak.

Aku semakin sombong dan angkuh. Bahkan aku hampir saja melupakan Tuhan. Benar kata orang ikhlas dan memaafkan memang mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk diterima oleh hati. Sekarang aku belajar untuk memaafkan dan menerima. Memaafkan orang-orang yang aku sayang yang telah melukaiku. Menerima semua airmata dan kepedihan ini sebagai pembelajaran ekstrakulikuler dalam hidup untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Terkadang tanpa sadar dengan membenci dan menyimpan dendam kita telah menjadi sama seperti orang-orang yang kita benci, seperti mereka yang telah menyakiti kita. Dan saat kusadari itu aku menjadi takut akan diriku sendiri. Seakan aku menjelma menjadi monster yang paling aku takuti. Ya Rabb.. ampuni aku.. Ya Allah yang maha pengasih ampuni aku, aku mohon perlindunganmu.

Saat aku bersujud saat aku meminta, saat aku merendah penuh permohonan dan ampunan justru saat itulah aku merasa begitu tenang dan pasrah. Aku merasa begitu kuat dan aman. Aku merasa tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan.

Benar kata orang “Saat Allah memberi kita cobaan, Dia tidak meminta kita untuk memikirkan jalan keluarnya.Tapi cukup berdoa dan bersabar,”
Reading Time:

Kamis, 30 Agustus 2018

Bingung Harus Bagaimana
Agustus 30, 20180 Comments
Bismillahhirohmanirrohim .

pada saat ini hanyalah doa yang menjadi senjata ku ..
hanya doalah kekuatan ku ...
dan hanya allah lah yang dapat membantuku ...
Allah lah satu - satunya zat yang paling sempurna ...
Allah lah yang dapat membolak balikkan Hati para hammanya ...
dan hanya Allah lah yang tau yang terbaik untuk hambanya ...
Allah tidak tidur maka allah akan selalu tau apa saja yang dilakukan seluruh hambanya ...

Ya Allah hamba yakin pada mu ,
hamba yakin atas hidayah mu ,
dan hamba yakin atas pertolongan mu ,

Ya Allah jawablah Doa hambamu ,
hamba tidak ingin menyakiti sahabatku sendiri ,
hamba tidak ingin menghancurkan masa depan sahabatku ,
ku serahkan sahabatku pada mu ya allah ,
hanya engkaulah yang akan menjaga sahabatku .
jaga sahabatku ya allah ,
jangan kau biarkan air matanya sahabatku mengalir di pipinya .

jujur ya allah hati hamba tidak lah tenang jika harus seperti ini terus
ingin rasanya hamba mengakhiri semua ini ,
tapi apa mungkin hamba sanggup ??
apa hamba sanggup jika harus kehilangan sosok sahabat syurga ..

Sahabat memiliki peranan penting dalam hidup ku, karena sosok seorang sahabat bagaikan mentari yang terus menyinari bumi ini. Dia selalu setia menemani dan memberi semangat dalam keadaan bagaimana pun. Sahabat selain menjadikan ku kuat dalam menghadapi sebuah jalan terjal, juga memiliki banyak cara untuk membuat diriku tertawa. Namun kebahagiaan dlam kebersamaan itu akan segera terputus mana kala harus datang sebuah perpisahan.
Ketika perpisahan itu sudah sampai maka mau tidak mau aku harus ikhlas melepaskan, walaupun hati dilanda rasa sedih, rindu, dan tak rela untuk melepaskan. Tapi, pada dasarnya perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal dari terciptanya sebuah persahabatan yang tidak akan terpisahkan. Kata kata ini saya rangkai dari hati saya yang paling dalam. 
Sahabatku, aku tau dirimu tidak lah menginginkan ini semua, kau tidak lah menginginkan kita berpisah , tapi apalah daya ku lakukan ini demi melihat dirimu bahagia . 
Kenangan indah, kenangan manis yang pernah kita jalani bersama membuat ku tak bisa melupakanmu. Walaupun saat ini kita blm berpisah, tetapi sasuatu saat nanti kita akan menghadapinya. 
Persahabatan yang terjalin antara kita akan ku kenang selamanya, seperti kata-katamu yang menyentuh hati dan pengalaman yang pernah kita lalui bersama. Yang telah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik.. Terimakasih sahabat ku
Tidak ada lagi kata yang pantas terucapkan untuk mu sahabat ku.
Hanya deraian air mata yang berjatuhan, disaat aku tau bahwa orang disekitar mu sangatlah menginginkan kita untuk saling menjauh.
Aku selalu mencoba untuk menahan peristiwa ini, namun aku tak bisa. Ketika orang-orang itu selalu menekanmu , maka tertekanlah batinku , kau diam jangan sangkau aku tidak merasakan apa yang dirimu rasakan , bahwa aku disini lebih merasakan sakit yang kau rasakan . 
Sahabatku..
Dengarlah rintihan ini; Cukuplah setiap kenangan yang telah kita tanam bersama dulu, akan menjadi sebuah kenangan yang tumbuh subur, yang menimbulkan benih-benih cita diantara kita berdua sampai akhir hayat..
Berhentilah menangis sahabatku, karena jika kau menangis akan memberatkan kepergiaanku, tersenyumlah dan berbanggalah. Karena pada kesempatan yang berbeda kita akan dipertemukan kembali dengan membawa kisah cerita baru yang belum pernah kita alami..
Air mata ini tersembunyi di balik senyuman. Namun, hati ini menanggung rasa sepi, ada duka yang begitu dalam. Akankah kita tersenyum dan tertawa bersama lagi seperti ini . 
Sahabat,,,,, biarkanlah air mataku ini mengalir sesukanya, biarkanlah dia mengalir dan terus mengalir dengan mengucapkan kata kata yang sangat indah. Biarkan dia begitu, karena air mata tak berarti sedih, air mata tak berduka, air mata adalah juga lambang kebahagiaan dari hati..
Dikala aku sepi tanpa mu sahabatku, hanya air mata yang menemani hari-hari ku. Karena air mata ini hadir untuk sebuah perpisahan yang tidak akan pernah aku lupakan..
Hari ini, dimana hari yang ku anggap menyenangkan bagi ku ternyata hari ini lagi-lagi membuat dirimu sedih . 
sudah hampir 2 tahun kita bersama ,  banyak kenangan yang kita simpan. Dari kita pertama jumpa sampai kita seperti ini . 
aku harap dirimu akan selalu bahagia tanpa adanya aku di sisimu . 
ya Allah lagi - lagi aku titip sahabatku , aku hanya ingin dia bahagia. 
Yallah jika keputusanku ini adalah jalan yang salah , maka bantulah kami untuk bisa menyelesaikan masalah ini dan bantu kami untuk bisa menyakini orang-orang terdekatnya percaya bahwa kami yang sekarang bukan lah kami yang dulu . 
hanya engkaulah yang dapat membolak-balikkan hati para hambamu . 
bantu kami Yallah .....................
Bantu Kami .
Reading Time:

Minggu, 26 Agustus 2018

Coretan Hati Seorang Sahabat
Agustus 26, 20180 Comments
CORETAN HATI SEORANG SAHABAT

Sejujurnya setiap manusia ada ujian dan cobaan kehidupan masing- masing termasuk sahabat itu sendiri . Contohnya , cobaan dalam ikatan persahabatan , kita perlu bergandengan bahu dan menepis segala hal buruk yang melanda . begitu banya cobaan dalam sebuah pesahabatan ini , namun yakinlah Allah sedang menguji setiap umatnya dan tentunya pasti akan ada hikmah dibalik semua ujian ini. Jadinya , Allah SWT persahabatan kita agar kita lebih maju kehadapan dalam ikatan ini , sesungguhnya setiap perkara pasti ada hikmahnya yang cukup besar , jika kita selalu bergandengan bahu pasti kita mampu menghadapi ujian demi ujian, Semoga ikatan ini selalu di ridhoi Allah . 

Sejujurnya aku tidak sanggup lagi ... 
apalah daya hanya allah lah yang akan menentukan akhir dari semua ini ... 
ingin sekali rasanya bahagia bersama kamu sahabatku , tanpa ada perselisihan , pertengkaran dan hal yang terpenting tanpa adanya orang yang selalu menilai buruk tentang kita . 
ingin rasanya ku akhiri semua ini , dengan meninggalkan mu adalah yang terbaik menurutku , tetapi belum tentu itu yang terbaik bagi Allah . 

Dalam persahabatan ini lah aku menemukan sosok kakak yang yang luar biasa bagi ku , dalam persahabatan ini aku menemukan sosok bidadari syurga yang kelak akan mengajak ku ke syurga bersamanya . 
pertemuan kita adalah takdir yang telah tersurat , pertemuan kita atas izin sang pencipta , maka perpisahan kita pula atas ridho allah. 

Sahabat ... 
apakah kita bisa melewati ujian ini ...
apakah kita mampu jika berujung dalam perpisahan ... 
orang-orang disekitarmu tidak mengijinkan kedekatan kita ..
orang-orang disekitar mu sangatlah membenci aku ... 
apa persahabatan ini masih bisa kita teruskan ??? 
Ya Robbana...
sungguh aku tidak sanggup jika harus kehilangan sahabat seperti dia .

Dia adalah sahabat terbaik yang hadir dalam hidupku .
dia sahabat yang luar biasa .. 
dia sahabat yang selalu mengingatkan ku padamu. 
dia sahabat yang selalu mengajak ku ke majlismu. 
dia sahabat yang selalu membimbing ku .. 
bahkan dia sahabat sekaligus guru terbaikku. 

Kau Hadirkan dia untukku , kau hadirkan dia di dalam kehidupan ku...
dan kau hadirkan pula permasalahan yang amat menyakitkan dalam persahabatan ini . 
salah siapa kah ini ??
ya ini semua salahku ... 
andaikan hal itu tidak terjadi mungkin sampai detik ini kami masih bisa bersama , masih bisa mengukir canda tawa , selalu bisa shalat berjamaah dan saling mengingatkan dalam ibadah bersujud di hadapanmu ....
penyesalan ini selalu menghantuiku ...
ketika aku melihat dia hati ku menangis ,hati ini terasa diiris pisau karena telah menyakiti dia . 
ketika aku tidak bertemu dengannya , aku merasa sangat kehilangan sahabat syurga ku , aku merasa kehilangan pahlawan ku , aku merasakan kehilangan sosok saudaraku ...

 Sering kali aku terdiam .... 
Diam memikirkan hal yang seharusnya aku lupakan , tetapi sulit bagiku untuk bisa melupakan hal buruk itu , hal itu selalu membuat air mata ini menetes ,
aku akan terus berusaha untuk terus berubaha menjadi lebih baik ..
walau sesungguhnya usahaku hanya allah lah yang tau ,, 
sehingga orang terdekatmu blm bisa menerimaku yang sekarang , selalu terfikir di benak mereka bahwa orang seperti ku tidak akan pernah bisa berubah. 
sedih rasanya ketika mendengar kabar bahwa ada yang bicara tentang kita ..
sedih ketika orang melarang mu untuk dekat lagi dengan ku 
sakit rasanya ketika orang tuamu pula khawatir dan tidak suka dengan kedekatan kita . 

ridho orang tua adalah ridho Allah ... 
maka ketika kamu dekat denganku tanpa ridho dari orang tua mu , aku takut allah pun tidak meridhoi persahabatan kita . 

maafkan aku ketika orang tua ku menanyakan dirimu , aku selalu berbohong.. 
ketika orang tua ku menanyakan tentang orang tuamu , akupun selalu berbohong ... 
ya robb ... 
sampai kapan aku harus berbohong dengan orang tua ku sendiri , 
ku lakukan ini karena aku tidak ingin ada kebencian di dalam hati orang tua ku terhadap orang tuanmu. aku hanya ingin orang tua ku tau bahwa aku dan dia tetap menjadi sahabat , dan dia akan tetap menjadi anak dari orang tua ku .... 
apakah cara yang aku lakukan itu salah ??? 
ku lakukan ini demi menjaga prasaan orang tua ku terhadap anak-anaknya . 

ya robbana ..
aku merasa bahwa persahabatan kami andaikan permainan kucing-kucingan , 
persahabatan kami andaikan penjajah yang harus selalu bersembunyi agar tidak di musnahkan , 
persahabatan kami selalu ada rasa takut ,
persahabatan kami selalu ada rasa gelisah 
apakah selama nya  persahabatan ini akan terus seperti ini 
ya robbana,, 

Tunjukilah kami jalan yang terbaik bagimu ...
jika perpisahan yang terbaik bagi kami maka jangan kau biarkan sahabat ku merasakan sakit .. 
buatlah sahabat ku selalu bahagia di atas perpisahan ini , 
gantikan sahabat terbaik untuknya , agar dia tetap merasakan kebahagiaan . 

ku serahkan segalanya padamu ya Robbku .. 
hanya engkaulah yang dapat mengubah dan menghentikan permasalahan ini . 
ku titip sahabat ku jika kelak kami harus berpisahan ... 


SEMOGA KITA SEGERA MENEMUKAN TITIK TERANG DALAM PERSAHABATAN INI AMINN ..... 

Reading Time:

Senin, 18 Juni 2018

KEHILANGAN SAHABAT
Juni 18, 20180 Comments
Hai kamu! :)
Aku ingin menceritakan semua kegelisahanku tentang hidupku. Mungkin ini murni sebuah curahan hati yang sudah lama memenuhi rongga hati hingga tak muat lagi dan seperti ingin meledak lalu mati. Eh, jangan! Bukan-bukan, aku belum mau mati. Hanya saja, mudah-mudahan aku meledakkan kegelisahan hidupku ini di tempat yang tepat. Ya, semoga.
  • Aku bingung ingin memulainya darimana, karena aku merasa hidupku tak ada yang beres dan sepertinya tak akan baik-baik saja. Mungkin aku terlalu pesimis. Ya habis, mau bagaimana lagi? Dulu aku memiliki kehidupan di tengah-tengah orang-orang yang selalu menasihatiku, bahkan ketika aku hanya meliriknya, mereka mampu membuatku semangat untuk memandang hidup. Tapi sekarang tidak lagi. Sekarang aku merasa "jauh" sejak sesuatu itu terjadi,  sesuatu  yang aku sesali mengapa harus terjadi sampai-sampai aku takut dan tak berani lagi menyapa. 

Menyapa mereka, dan terlebih lagi menyapamu. Aku malu kepadamu, dulu kita begitu dekat bukan? Kita sudah seperti sahabat, kamu selalu ada saat aku sedih dan gundah. Kamu selalu ada untuk menghibur dan menyemangati jiwaku yang mati. Dulu kita begitu dekat bukan? Ya, tapi itu dulu. Kini aku merasa kita semakin menjauh, dan aku tak habis mengerti mengapa tiba-tiba jarak melebar sebegitu elastis dan waktu merenggang melesat sebegitu cepat. Bahkan yang aku tak habis mengerti, mengapa aku meninggalkanmu? 
Hai kamu, tahukah bahwa aku rindu? Aku rindu dengan kata-kata indahmu, yang katamu, tak akan pernah ada yang mampu sepertimu,  Kamu ingat? Dulu, kmu mengajarkanku menghafal,  dan arti hidup ini. Begitu berkesan dalam benakku karena selalu kuulang-ulang setiap hari, bahkan setiap waktu. Aku takut kalau-kalau suatu hari nanti aku melupakan walau satu huruf saja. Dulu aku begitu takut kehilangan semua kebersamaan
Kita. Hingga sejak sesuatu itu terjadi , sesuatu yang aku tak tahu persis kapan, kebersamaan kita sekarang seperti tinggal kenangan. 
Hai kamu, tahukah bahwa aku ingin mengulang semua kebersamaan kita dulu? Seperti ketika aku menyapamu, bertanya padamu, dan menceritakan semua kegelisahanku padamu. Kamu memang pendengar dan penasihat terbaik. Dan aku ingin bisa melakukannya seperti dulu, tapi entah sampai sekarang aku belum mampu. Aku ingin mendengar kembali semua nasihat-nasihatmu, mendengar kembali cerita yang selalu membuatku terkagum. Hmm... bagiku, kamu juga seorang pencerita terbaik. Karena dari ceritamu, aku bisa merasakan begitu dalamnya lautan hikmah, hingga kadang-kadang aku ingin tenggelam selamanya-lamanya bersama cerita-ceritamu. Aku seperti ingin memanggil semua orang di dunia, untuk mendengarkan ceritamu juga. Kamu selalu ingin bercerita, kamu bilang, ada begitu banyak cerita yang belum kamu ceritakan, dan aku berjanji akan selalu menjadi pendengar setiamu. Ah, tapi itu dulu, sekarang aku melanggar janji itu. 
Hai kamu, ingat tidak? Dulu, setiap pagi dan malam, kita selalu bertemu dan saling mengobrol tentang banyak hal. Kamu juga ingat tidak? Tempat favorit kita dulu? Sambil bersandar di jendela, kita berdua duduk bersisian. Aku duduk menatapmu sambil sesekali menatap langit. Karena sesekali aku butuh waktu untuk mencerna dan merenungi kata-katamu. Mungkin kamu tidak akan percaya, tapi sebenarnya, di antara kita, aku lah yang merasa paling beruntung bisa mengenal dan dekat denganmu. Karena aku tahu satu hal, tak semua orang bisa mengenalmu dan menjadi sahabatmu. Tidak semua orang bisa seberuntung aku. Aku begitu beruntung bisa menjadi sahabatmu, bisa bertemu lebih sering denganmu dibandingkan orang lain. Yo u   a r e   r e a l l y   s p e c i a l, bagiku tidak akan ada yang bisa menggantikanmu. Siapapun itu. 
Waktu kian beranjak meninggalkan aku yang kini sendirian dan kesepian. Karena kamu juga turut pergi bersamanya. Bukan, ini bukan salahmu, bukan karena kamu yang berjalan begitu cepat, hanya saja aku yang tak lagi bisa berjalan. Aku pincang entah sejak kapan. Lalu sejak itu, perjalanan hidupku terasa sangat panjang dan terasa sangat melelahkan. Aku tak tahu kapan kakiku akan pulih, mungkin aku akan berjalan tertatih-tatih untuk bisa menyusulmu kembali. Aku ingin kita bisa menjalani hidup beriringan lagi, seperti dulu. Seperti setiap hari, setiap pagi dan setiap malam. Aku ingin kita bisa bersama lagi, saling bercerita dan menceritakan banyak hal berdua. Aku ingin kamu menghiburku dengan kata-katamu yang indah, membangkitkan kembali semangat dalam jiwaku yang retak, aku ingin kamu mengingatkanku dan menasihati hatiku yang sekarang terasa begitu rapuh. Hingga akhirnya, aku mampu menjalani kembali hidupku yang sebelumnya terasa sangat kering dan hambar menjadi kembali manis dan indah. Aku harap, kamu masih mau kembali mengiringiku, duduk dan berjalan bersisian denganku... menjadi sahabatku. 
Sahabatku, maafkan aku yang telah meninggalkanmu, bahkan pernah melupakanmu. Aku takut kelak suatu hari kamu akan datang padaku dan aku tak lagi bisa mengenalimu. Aku takut, kelak aku akan ditanya tentangmu, dan aku tak tahu harus bilang apa. Maka setelah tulisan ini selesai, aku akan melepas semua ketakutan dan keraguanku. Aku akan mencoba menyusulmu, menyapamu, dan kita kembali seperti dulu. Aku sungguh merindukanmu. Jadi, kumohon tunggu aku. 
Reading Time:

Sabtu, 09 Juni 2018

Kisah pertama dari sosok Ibu
Juni 09, 20180 Comments

Seorang Ibu yang sudah lama tak berjumpa dengan anaknya yang pergi merantau, memberi pesan singkat seperti ini :
"Nak, sudah lama kau tidak telpon, sibuk ya. Sudah lama juga tidak kirim uang, apa banyak cicilan yang belum lunas ? Mama senang kau sudah punya istri cantik, rumah mewah, mobil bagus dan anjing import. Katanya anjingmu dikasih rumah yang indah, makanan yang enak dan jika anjingmu sakit kau bawa ke dokter dan menunggunya sampai larut malam. Nak, jika Mama lahir kembali Mama ingin menjadi anjingmu agar bisa bersamamu."
Kisah lain berasal dari isi perasaan sesosok Ayah.
Seorang Bapak yang sedang sakit terbaring diatas kasurnya. Anaknya yang sudah lama pergi merantau akhirnya pulang untuk menjenguknya. Namun sang Ayah berkata seperti ia tidak mengenal si anak. Ia mengira si anak adalah anak dari temannya. Ia berkata kalau anaknya itu tidak mungkin mau pulang karena yang anaknya tau hanya mengirim uang, uang dan uang. Ternyata selama ini ketika si anak berkata pada Ayahnya bahwa ia tidak bisa pulang karena masih sibuk dengan pekerjaannya, Ayahnya selalu bilang pulanglah kalau kau sudah sempat. Pada akhirnya si anak menyaksikan ungkapan jujur dari Ayahnya kalau sang Ayah sebenarnya sangat merindukan kepulangannya namun tak berani untuk memintanya pulang karena takut mengganggu pekerjaannya. Ia baru menyadari bahwa yang Ayah dan Ibunya butuhkan bukan hanya uang. Namun kehadirannya disisi mereka lebih berarti dari apapun.
Bagaimana perasaan kalian setelah membaca kisah diatas ?
Apa ada rasa sesak di hati saat membacanya ? Terbayangkah jika Mama kalian yang berkata seperti itu ? Jangan sampai itu terjadi yah kawan. Ubahlah keadaan sebelum semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki. Di postingan kali ini akan membahas tentang 2 malaikat tak bersayap yang sudah merawat kita semenjak kita lahir hingga sedewasa sekarang.
Ingatkah kalian ? Orang tua kita selalu berusaha untuk memberi apa yang kita butuhkan ? Ingatkah kalian ? Orang tua kita selalu sabar mengajari kita untuk menjadi seorang pribadi yang baik ?
Ayah… Ayah selalu bekerja keras untuk mencari nafkah supaya dapat menghidupi keluarga. Ayah dengan tegas mengajari kita untuk menjadi pribadi yang kuat. Mungkin diantara kita memiliki sesosok Ayah yang tak banyak bicara. Namun percayalah kawan, yang didalam hati dan pikirannya adalah kita.
Ingatkah waktu kecil Ayah mengajarkan kita untuk belajar naik sepeda? Atau waktu kita ingin minta makan KFC, Ayah langsung membelikannya untuk kita ? Atau saat kita minta mainan yang kita suka, Ayah langsung membelanjakan uangnya untuk memenuhi kemauan kita ?
Ingatkah dengan lelucon Ayah yang selalu berhasil membuat kita tertawa ? Ingatkah dengan candaan – candaan kecil yang sering kita lakukan bersamanya? Ingatkah saat kita menonton pertunjukkan dan dia menggendong kita diatas pundaknya supaya kita bisa melihat pertunjukkan dengan lebih jelas ?
Setelah memori masa kecil kalian mulai terputar, sekarang pikirkan pertanyaan – pertanyaan ini.
Pernahkah kalian mendengar keluhan kalau Ayah capek mengurus kita? Capek bekerja untuk kita ? Capek menggendong kita kesana kemari ? Capek untuk bermain bersama kita ?
Tentu tidak. Karena dia tidak akan tega membiarkan anak kesayangannya tau betapa lelahnya dia bekerja seharian. Tanpa kalian sadari pun sebenarnya Ayah selalu menyisakan waktu untuk bermain bersama anak – anaknya walau baru saja selesai bekerja.
Apa kalian percaya dengan cinta pada pandangan pertama ? Aku percaya. Karena aku sudah mencintai Ibuku sejak pertama aku melihatnya πŸ™‚
Ibu… Ibu adalah wanita terkuat yang pernah kita jumpai selama kita hidup. Ibu telah melawan rasa sakit yang sungguh luar biasa saat melahirkan kita. Saat kalian sedih, tanpa mengatakan apapun Ibu langsung akan mengerti perasaanmu. Apa kalian menyadari kalau Ibu sering kali berbohong ? Ibu selalu bilang, kalau ia tidak lapar. Ibu selalu bilang kalau ia tidak lelah. Semua itu ia lakukan demi kalian, anak yang sangat ia sayangi. Ia berkata ia tidak lapar supaya makanan yang tadinya ingin dia makan, diberikan saja untuk kalian makan. Ia berkata ia tidak lelah supaya tetap bisa menemani kalian bercerita.
Ingatkah kalian, saat kalian sedang sakit, siapakah yang selalu ada disisi kalian dan merawat kalian dengan penuh kesabaran? Ingatkah kalian, saat kalian ingin memakan makanan kesukaan kalian, Ibu langsung memasakkannya untuk kalian? Ingatkah kalian, saat Ibu menemani disamping kalian hingga kalian tertidur ?
Akuilah. Tak memandang sudah seberapa dewasa pun kalian saat ini, disaat kalian merasakan sesuatu yang tidak enak, pasti kalian akan mencari sesosok Ibu untuk menjadi sandaran kalian. "Kasih Ibu.. Kepada beta.. tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi… Tak harap kembali.. Bagai sang surya.. menyinari dunia.."
Sekarang, pikirkan 1 pertanyaan ini. Renungkan.
Apa yang sudah kalian lakukan untuk kedua orang tua kalian ?
Adakah yang sudah kalian beri pada mereka? Adakah yang sudah kalian lakukan untuk membahagiakan mereka? Adakah yang sudah kalian lakukan untuk membalas apa yang selama ini sudah mereka berikan pada kalian? Jika belum, setidaknya jangan membuat mereka kecewa. Jangan membuat hati mereka terluka atau bersedih.
Dengarkanlah perintah mereka. Walau terkadang agak keras sekalipun, percayalah itu semua demi kebaikan kalian dimasa depan. Tidak ada orang tua yang gak kepengen anaknya menjadi anak yang membanggakan kedepannya kan? Hargailah mereka. Kalian tidak pernah tau keadaan sesulit apa yang sudah mereka lewati demi kalian. Berilah mereka hanya air mata kebahagiaan. Air mata yang hanya menetes karena bangga saat kalian berhasil kelak πŸ™‚
Pada sisi lain,
Kalau sekarang kalian adalah anak yang merantau jauh untuk mengejar kesuksesan demi orang tua, janganlah lupa untuk menelpon mereka. Kabar dari kalian akan sangat berarti bagi mereka. Percayalah, mereka pun terkadang pasti berpikir ingin menelpon hanya untuk sekedar menanyakan kabar kalian tapi takut mengganggu kesibukan kalian diluar sana. Mereka selalu merindukan kalian.
Ayah akan sangat merindukan sosok putri kecilnya.. sosok putra kecilnya.. yang dulunya selalu bermain bersamanya namun sekarang harus pergi jauh untuk menggapai mimpinya.
Ibu akan merindukan anak – anaknya yang dulunya selalu manja padanya.. namun sekarang harus pergi jauh untuk memulai hidup yang mandiri.
Ingatkah saat kalian saling berbagi cerita dulu ? Ingatkah saat kalian duduk manis mendengarkan cerita dari Ayah ataupun Ibu kalian ?
Pulanglah jika kalian ada waktu untuk pulang. Kehadiran kalian adalah segalanya bagi mereka. Jangan sampai terjadi seperti 2 kisah diatas yah kawan. Janganlah kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri namun lupa kalau mereka juga semakin tua..mereka membutuhkan kalian hadir disisi mereka, merawat mereka, menemani masa tua mereka.
Ubahlah keadaan sebelum terlambat. Sayangi orang tua kalian selagi mereka masih ada didunia ini. Sayangilah 2 malaikat tak bersayap yang Tuhan hadirkan dihidup kita πŸ™‚

Kawan.. kebahagiaan itu bukan hanya tentang kesehatan, kekayaan, kekuasaan, tapi ketahuilah, hal yang paling membuat kalian bahagia itu sebenarnya melihat kedua orang tua kalian tersenyum, dan alasan dibalik senyuman lembut itu adalah.. kalian πŸ™‚
Reading Time:

Minggu, 13 Mei 2018

Cerita di Teropong Kota
Mei 13, 20180 Comments
Karakter :
1.       Wardah (panggilan akrab wawa)
2.       Laila (panggilan akrab ilak)

=====================================================================================
[Suara latar] Assalamu’alaykum, kenalin, kami adalah teman karib sejak SMP. Masuk ke SMA yang sama tapi beda jurusan. Aku masuk IPA sedangkan Laila masuk IPS. Laila menjadi salah satu wanita sekaligus sahabat yang aku kagumi. Dia adalah seorang wanita yang gencar menyuarakan tentang kebersihan dan keselamatan lingkungan. Terlepas dari latarbelakang nya yang merupakan mahasiswa jurusan sosial. Eh, sebelumnya kalian belum kenal aku yah pasti? Kenalin, nama aku Wardah. Wanita muda berusia 20 tahun.
[Ilustrasi adegan I]
Wardah dan Laila sedang sibuk mengambil foto diri mereka (Laila memotret Wardah dengan kamera). Beberapa shoot foto berhasil Laila ambil. (Sembari melihat hasil jepretan Laila) Lalila berpaling sebentar melihat ke sekeliling sambil tersenyum dan mengajak Wardah mendekat ke arah spot yang lebih bagus.
Laila                : “Wawa, ke arah sana yuk, spot nya lebih bagus loh,”
Wardah          : “Yuk!” sambil merangkul tangan Laila.
Laila                : “Yee, dasar wanita. Giliran denger spot foto bagus aja langsung deh cepet-
                        cepet gerak,” mengejek Wardah sambil tersenyum.
Wardah          : “Kamu juga tuh wanita tau lak,” membalas ejekan Laila.
Kemudian keduanya tertawa ringan.

[Ilustrasi adegan II]
Mereka berdua sampai di tempat. Terlihat pemandangan kota yang begitu indah dengan cahaya-cahaya lampunya yang seperti bintang-bintang kecil. Keduanya terpesona dengan keindahan pemandangan yang mereka lihat itu.
Wardah          : “MasyaAllah, Lak! Bagus banget pemandangannya,”
Laila                : “Aku udah pernah kesini sekali, tapi waktu itu masih sore, jadi masih
                        keliatan biasa aja. Makannya aku ajak kamu liat disini pas malem hari.
                        Kebetulan tempatnya juga deket sama rumah kan,”
Wardah          : “ Eh, iya. Ini harus diabadikan dong, Lak. Ayo buruan aku ambil posisi siap
                        yah,” Tersenyum sambil membuat kode ke Laila untuk mengambil foto
                        dirinya disitu.
Laila                : “Okedeh.” (mengatur posisi yang bagus untuk foto) “Wa, agak ke kanan
                        sedikit dong, (Wardah berpindah sesuai arahan dari Laila). Okeee… siap yah,
                        satu…dua…tiga. Ganti gaya, Wa. (berganti gaya sesuai arahan Laila). Oke siap
                        yah, satu….dua…tiga, sipp,” puas dengan hasil jepretannya sendiri.
Wardah tersenyum melihat hasil jepretan Laila, hasil fotonya memuaskan.
Wardah          : “Tempat ini banyak berubah ya, Lak. Dulu kayaknya pas pulang sekolah
                        tempat ini masih penuh ilalang sama rumput liar. Sekarang udah jadi tempat
                        wisata yang instagramable banget. “
Laila                : “Iya, Wa. Ini yang namanya salah satu bentuk pembangunan pesat di kota
                        kita. Sekarang selain banyak ditambah lahan untuk perumahan dan
                        penambahan jalan, pertumbuhan tempat wisata juga gak kalah pesat.”
Wardah          : “Tapii…Lak, lahan hijau juga jadi berkurang kan, akibat dampak dari
                        pembangunan itu. Sekarang kalo kita pergi jalan kaki aja, jadi males gara-
                        gara gada pohon buat berteduh, terus udara juga jadi kerasa panas banget,”
Laila                : “Iya, Wa bener. Pembangunan itu gak bisa kita pungkiri. Jadi terbaik
 yang bisa kita lakukan yaitu terus mengingatkan kepada sesama bahwa kita
 hidup di bumi ini gak sendirian, ada alam yang sangat luas yang menopang
kehidupan kita sehari-hari. Coba deh bayangin, kalau alam kita udah marah
dampaknya jadi ke kita juga kan, kayak banjir yang sering terjadi… itu karena
sampah-sampah yang sembarangan dibuang dan menumpuk, akhirnya
menyumbat selokan atau mengurangi daerah resapan air ditanah, jadi deh
banjir.”
Wardah masih terus memperhatikan Laila berbicara.
Laila                : “Gini deh, kan Wawa dulu sering tuh minjemin catatan ke Ilak. Kalau
                        catatannya Ilak rusakin, Wawa marah gak?”
Wardah          : “Iya dong, Lak. Kan Wawa pinjemin tujuannya buat kebaikan Ilak juga. Tapi
                        kalau timbal baliknya Ilak begitu mah, Wawa gamau deh minjemin catatan
                        lagi ke Ilak.”
Laila                : “Nah, begitu juga dengan alam. Marahnya alam sebagai peringatan dari
                        Allah untuk kita supaya kita merasakan akibat dari perbuatan kita sendiri. 
                        Supaya kita berfikir dan tidak mengulangi berbuat kerusakan di bumi,”
Wardah          : “Tapiii yah, Lak. Kadang ada tuh orang yang kalau di ingatkan malah marah.
                        (mengilustrasikan kejadian) waktu itu ada mbak-mbak buang sampah
                        sembarangan di Beringin (maksudnya beringin kampus kita).
Mba, sampahnya ketinggalan. Tolong dibuang di kotak sampah sebelah sana.
(mbaknya ngasih muka sipek) Dih, apaan sih! Buang sendiri aja sana.
Uuhhhh kesel tau, Lak. Padahal kan itu buat kebaikan dia juga. “
Laila                : “(Tersenyum lebar). Sabar, itu juga salah satu kewajiban kita kan? Jangan
                        nyerah buat selalu mengingatkan kebaikan kepada sesama. Btw, sampahnya
                        kamu buang gak jadinya? Jangan-jangan dibiarin juga lagi..”
Wardah          : “Aku buang kok, Lak.”
Laila                : “Hahaha, alhamdulillah, “
Mereka terus melanjutkan perbincangan sembari melihat pemandangan kota yang indah.


[epilog : suara latar]

Allah memberikan perintah kepada kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, salah satunya terus mengingatkan hal-hal yang baik kepada sesama manusia. Mengingatkan bahwa sebagai makhluk yang diciptakan lebih sempurna daripada yang lainnya, seharusnya kita lebih pandai dalam menjaga alam dan bumi kita. Dengan akal yang kita miliki, kita bisa belajar bagaimana hidup kita begitu bergantung kepada alam sekitar. Oleh karena itu, menjaga kelestarian alam menjadi salah satu kewajiban kita semua. Bukankah menjalin hubungan yang baik antar sesama makhluk merupakan bentuk keimanan kita kepada Allah SWT ? Menguntai kebaikan kepada sesama akan membawa kebaikan kembali ke diri kita.

Created By : Eliza Fitri (ujo) 

Luar biasa ya karya dari temnku satu itu .. 

https://youtu.be/PjwOZJbZoaM 

itu link videonya bisa di lihat juga ... 

Reading Time: